Destinasi yang ada pada Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya di Pulau Lombok adalah salah satu sektor 'strategis dengan menjadikan wisata alam sebagai salah satu sektor unggulan. Potensi sumber daya alam sangat mendukung untuk dikembangkansebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan yang menghasilkan nilai tambah dan ekonomis. Program studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar seminar nasional dengan tema; Menggali Potensi Lokal dalam Meningkatkan Daya Saing Pariwisata, yang diselenggarakan di ball room hotel puri indah mataram, Kamis (15/03/2018).

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal mengatakan“konsep muslim frandly turism (pariwisata halal), konsep pemenuhan kebutuhan dasar minimal terhadap wisatawan muslim ; mendapatkan mushollah dan resto produk halal. Memposisikan muslim frandly turism  sebagai pilihan”.

Dekan FEB Umsida Dr Sigit Hermawan SE MSi mengatakan, program studi (prodi) manajemen sedang mengembangkan hal turism, dan mengirimkan pakar marketing pariwisata dari prodi manajemenen untuk mengembangkan eco tourism di lombok.

Setelah ceremonial pembukaan seminar nasional dilakukan penandatanganan MoU antara FEB Umsida dengan Dinas Pariwisata, dan penandatanganan MoU antara FEB Umsida dengan FISIPol Ummat. Kemudian secara simbolis pemasangan udeng khas sidorajo oleh dekan FEB Umsida kepada Rektor Ummat dan kepala dinas pariwisata NTB dihadapan tamu undangan, dosen Umsida, dosen Ummat, ratusan mahasiswa semester 4 prodi manajemen, dan puluhan mahasiswa Ummat. Setelah itu dilanjutkan seminar nasioal ecotourism

“Harapannya setelah penandatanganan MoU antara FISIPol Ummat dan FEB Umsida program-programnya dapat berjalan,” ungkap Rektor Ummat Drs H Mustamin H idris MS.

Dr As’at Rizal MM Pakar Marketing pariwisata FEB Umsida dalam pemamaparan materi seminar nasional mengatkan “eco tourism adalah sector indusry pariwisata yang berkelanjutan dan berorientasi pada emeliahraan lingkungan. Sedang halal tourism, bertumpu pada tanggung jawab individu dalam membatasi diri dari hal-hal yang diharamkan agama”.

Sementara pengusahan dan creativeprener Ummat Wahyu Krisna Hadi MM “Daya saing kurang karena SDM rendah solusinya adalah tingkatkan kesejahteraan dan pendidkan”

Karakter indah tulus tidak didapat dari tempat lain kecuali lombok, contohnya seorang pekerja rela memberikan 50% gajinya untuk pembangunan masjid. Nilai budaya di lombok sangatlah kental, ketulusannya sangatlah tinggi jika untuk kebutuhan agama dan sosal. Ketika datang ke pulau seribu masjid ini kita akan dianggap seperti keluarga sendiri oleh penduduknya.

Lebih lanjut, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB H Lalu Abdul Hadi Faisal mengatakan, Apabila peta indonesia dilipat jadi dua maka ditengah-tengah adalah pulau lombok, pulau lombok yang banyak terdapat destinasi dan budaya. 

“Lombok menghasilkan mutiara terbaik tinggkat internasional, apabila turis mancanegara menggunakan kalung mutiara itulah dari lombok, tetapi ada yang berusaha merusak citra lombok dengan cara membawa mutiara hasil dari negaranya yg kualitasnya rendah kemudian di jual di lombok dan mengatakan bahwa mutiara lombok. Peluang untuk mengangkat itu dari kita sendiri,” kata hadi menambahkan. (Yan)


share ke: